Anesthesia Rotation!

Zhifa in The Most Photographed Location in RSUD Wonosari

Sooooo, I have been coming to the hospital at 8 in the morning and going back home at 2 or 3 PM and coming back to the hospital at 5 PM to follow up on the patients daily. Needless to say, I felt really tired and even got lightheaded pretty bad yesterday, but I managed to be fit today, alhamdulillāh!

I really like anesthesia rotation despite the weariness, because I get to prep the patients before their operations, explaining the type of anesthesia that will put them under, the side effects, the complications and most importantly to educate them to be patient and have faith in Allah. My own, personalized, da'wah field! I feel like all those years studying medicine and having Islamic mentoring as a supplement for our spiritual health, taking Islamic classes and the online ones that I subscribe to bisa disalurkan ke orang-orang yang pada dasarnya sedang dalam keadaan membutuhkan asupan rohani yang banyak. Semoga bisa jadi salah satu sumber pahala saya ya... dan bisa membahagiakan mereka yang sedang sakit.

Oh oh, and the operation rooms! I LOVE IT. Mulai dari isinya; the machines, the drugs, the sterile instruments, the infectious things and etc etc. Memberikan perhatian penuh ke mesin anestesi, lihat tanda vital pasien, nyiapin Efedrin HCl kalo-kalo tensi pasien drop, masukin guedell OPA ke pasien yang GA, bagging, face-mask, lakuin jaw thrust ke pasien yang udah ter-GA. Bahkan hal-hal kecil seperti matahin ampul lalu masukin obat ke dalam spuit, nyiapin jarum spinal untuk dokter Bintang, nyiapin DC dan masangin kateter ke pasien, coba membaca EKG dan hasil rontgen pasien, sampai ke hal non medis misalnya megangin tangan pasien perempuan yang lagi operasi sesar atau operasi lain saat beliau-beliau kedinginan atau kelihatan gusar, mindahin posisi lampu operasi ke bagian yang dokter operator minta untuk memudahkan beliau-beliau melihat, menyemangati dokter-dokter dan residen-residen dan semua perawat dalam ruangan. Sungguh menyenangkan!

Tapi ya, kadang saya suka sedih sih. Saya jatuhnya kan memang makhluk introvert yang sangat turbulent, ya. Interaksi seharian dengan pasien-pasien, dokter-dokter, perawat-perawat, membuat saya happy tapi at some point, pas nyetir pulang ke rumah, rasanya lelaaaah sekali. Untungnya, kalo sama pasien saya bisa senyum sumringah dan bahkan ngelucu! Yaa walaupun tiap di awal harus minta maaf pake format bahasa Jawa yang sudah saya hafalkan "ngapunten nggih, kulo mboten kerso matur boso Jawi" karena saya memang sangat kurang kemampuan komunikasi pakai bahasa Jawa. Tapi pasien-pasien di sini pengertian sekali! Bahkan, ga sekali dua kali saya ditawarin jadi menantu dan bagian dari keluarga mereka, hahaha, pasti banyak nih dokter muda yang ditawarin jadi menantu orang. Alhamdulillhanya adalah ketika saya di kamar, saya pakai betul untuk recharge diri. Nikmat banget rasanya kalau sudah recharge, jadi positif dan lebih segar-- follow up pasien sore jadi bisa lebih anteng.

Di OK (operatie kamer), banyak banget orang baik. For instance, my fellow changing room ladies; mba Ayuk, mba Widya, mba Selfie (aslinya namanya mba Tince, but I called her mba Selfie, soalnya dulu suka motoin daftar operasi harian pakai kamera depan handphone beliau), mba Ani --kemarin ada Atik juga, mahasiswi praktik, tapi sekarang dia udah pindah ke hemodialisa, jadi nggak ketemu lagi huhuhu. Lalu ada mas Brian, mas Galvan, pak Tarto, pak Hedi, pak Yudi, ibu Pasek, ibu Novi, ibu Lusi dan masih banyak lagi. Tiap hari setelah semua operasi selesai, pasti disuruh makan, malah nanti marah kalau dokter muda-nya absen makan siang. Alhamdulillāh, semuanya rezeki dari Allah buat anak rumahan yang penuh malu tapi nafsu makan besar seperti saya ini.

Tentang menjadi dokter anestesi, saya pikir setelah menjalani beberapa minggu di rotasi ini... mungkin akan sangat menyenangkan dan challenging, tapi rasanya energi saya tidak bisa mengcover banyaknya operasi yang ada setiap harinya. Saya bingung juga dokter Bintang bagi waktunya seperti apa dan kapan bisa istirahat yang berkualitas... hmmm, mungkin sekarang saya keep dulu opsi anestesi untuk residensi nanti. Tapi manusia hanya bisa berencana dan Allah yang menentukan, siapa tau Allah sudah gariskan rezeki saya untuk jadi spesialis anestesi, bukan? Mari berharap yang terbaik saja dari Allah. InsyaAllah rencana Allah yang paling baik!

0 Comments