Zhifa
A passionate young soon-to-be medical doctor with interest in writing and #HealthForAll

The Ending


Death; no longer breathing, no longer living… in a blink of an eye, just like that, poof; you're done.

***

Saya teringat dengan percakapan mengenai kematian yang pernah saya lakukan dengan seorang teman pada suatu hari, beberapa tahun yang lalu. Tentang bagaimana kematian itu selalu berjalan berdampingan dengan hidup, seperti teman baik. Masing-masing dari kita akan mendapatkan jatah dan waktunya sendiri.

Dengan kematian, semuanya serba jelas, ya walaupun harus ada first real brush with death yang baru akan membuka mata tentang kenyataan bahwa diri ini pasti juga akan menemui akhir. Dari sebelum anda lahir, sudah ditentukan. Orang-orang sebelum anda pun telah mengetahui bahwa akhirnya, dalam hidup, destinasi kita adalah mati. Dalam Kitab Suci Al Quran surat Ali Imran ayat 185, Allah berfirman, "كُلُّ نَفۡسٍ۬ ذَآٮِٕقَةُ ٱلۡمَوۡتِ‌ۗ" yang artinya, setiap yang bernyawa akan merasakan mati -- every soul will taste death. Every soul; setiap yang bernyawa, berarti hal ini tidak terbatas hanya untuk manusia; dan harusnya kita lebih baik dalam mengerti. Dalam surat lain di Al Quran seperti Surat Al-Luqman ayat 34, "dan tidak  ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal." 

It's a simple math, you live and then, you die. Hanya saja, yang sebenarnya membuat saya takut dengan kematian itu sendiri adalah tentang kapan kematian itu akan datang dan bagaimana datangnya. Apakah bekal saya sudah cukup? Apakah amalan dan doa-doa yang saya lakukan sudah benar? Apakah saya sudah mempersiapkan semuanya yang diperlukan? Apakah saya sudah cukup malu untuk tidak lagi berbuat dosa? 

Kapan dan bagaimana kematian itu akan datang? Wallahualam
I just seriously hope and wish that it will be beautiful and less-painful. Saya berdoa agar kita semua memperbanyak ikhtiar kita, mempersiapkan diri untuk kematian, semoga kita diberi akhir yang baik, dan permulaan yang lebih baik di tempat terindah setelahnya. Aaamiin.

Comments

  1. Tambahin dalil dek zhifa, ben tambah mantep tulisannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya Allah ditambahkan kak! makasih banyak sarannya :)

      Delete

Post a Comment